Showing posts with label KULINER CIREBON. Show all posts
Showing posts with label KULINER CIREBON. Show all posts
RESTO UMAH KEBON - CIREBON : Turut Memajukan Seni dan Budaya Kota Cirebon
Terletak di Jalan Siliwangi, Cirebon, Jawa Barat, Umah Kebon menyambut siapa pun untuk sekedar melepas penat usai menjelajah Cirebon. Berada di sebuah bangunan kolonial bercat putih seluas 2000 meter per segi, tempat ini juga memiliki galeri berisi produk seni asli Cirebon, seperti batik dan lukisan kaca. Bersebelahan dengan Metland Hotel Cirebon, Umah Kebon menawarkan kuliner khas Cirebon dengan konsep fine dining yang cocok untuk keluarga.
Menurut pemilik dan pengelola Umah Kebon, Retno Windi Astuti, restoran ini berdiri sejak 2013 lalu, ketika dirinya memutuskan untuk tinggal di Cirebon. Sebelumnya ia tinggal di Jakarta. Selain dijadikan tempat makan, Umah Kebon juga memiliki visi dan misi mulia untuk memajukan beragam seni dan budaya Kota Cirebon. Bicara batik misalnya, belum banyak yang tahu bahwa Cirebon punya dua jenis batik, yakni batik pesisir dan batik keraton. Batik keraton jarang dikenal orang karena sejak awal digunakan oleh kalangan terbatas.
Di tempat ini, tersedia sebuah minuman khas bernama kopi rempah. Ini adalah kopi khas Cirebon yang awalnya hanya ada di komunitas Arab di Masjid Merah. Untuk membuat kopi ini dibutuhkan kurang lebih 20 jenis rempah berbeda. Fungsinya, karena dulu setiap bulan puasa ada tadarusan dan tidurnya hanya sebentar, tapi karena meminum kopi ini, tubuh tetap segar ketika bangun keesokan paginya.Umah Kebon memiliki kapasitas lebih dari 200 orang yang terbagi di area dalam dan luar ruangan. Dikelilingi pepohonan, tempat ini terasa menyejukkan dan menenangkan.
BUBUR SOP MANG KAPI - CIREBON : Bubur Gurih Warisan Turun Temurun
Samudi adalah generasi kedua yang kini menjajakan Bubur Sop Ayam di Jalan Tentara Pelajar, Cirebon, Jawa Barat. Bubur berbahan dasar beras ini memang unik dan hanya dapat ditemui di Cirebon. Selain berkuah sop, bubur bertabur kol, bihun serta tomat, yang membuat bubur terasa segar. Samudi bercerita, ayahnya berjualan bubur sop sejak tahun 1980. Saat ini ayahnya sudah sepuh lalu usaha ini kemudian diterukan anak-anaknya, termasuk Samudi.
Samudi bersyukur hingga kini popularitas bubur yang hanya muncul sejak sore sampai malam ini tak pernah surut. Karena buka sampai malam, banyak anak-anak muda sering menjadikan warung buburnya ini sebagai tempat nongkrong. Bila sedang ramai, Samudi bercerita dalam sehari bisa menghabiskan 9 sampai 10 kilogram beras dan ayam sampai 40 kilogram.
Dijual dengan harga Rp 12.000 per porsi, Samudi hanya berharap usahanya dapat terus bertahan. Memang kini banyak penjual bubur sop lain, tapi bubur yang ada di warungnya ada sedikit perbedan karena ada tambahan taoco dalam racikan bumbunya. Taoco memberikan rasa yang sedikit berbeda dan membuat bubur semakin gurih. Anak bungsu dari empat bersaudara ini juga saat memasak bubur masih memakai tungku arang, guna mempertahankan tradisi dan rasa. Bila diubah, takut ada pelanggan yang protes.
Buka sejak pukul 17.00 WIB sampai habis, Samudi yang juga ayah tiga anak ini, mulai berpikir untuk melebarkan usahanya di tempat lain. Ada pelanggan yang mengajaknya membuka cabang di Jakarta. Namun, sampai saat ini ia masih memikirkan mana jalan terbaiknya.
PEDESAN ENTOG MAS NANA - CIREBON : Makanan Ala Petani Di Gubuk Tengah Sawah
Dimulai tahun 2007 silam, Hana Fredyanto nekat membuka rumah makan dan menyajikan menu yang tidak biasa, yaitu beragam olahan entok. Entog atau entok adalah unggas yang masuk keluarga jenis bebek dan memiliki banyak nama. Dikenal juga dengan sebutan mentok dan serati, dalam bahasa Indonesia entok disebut itik Manila. Unggas ini memiliki ciri fisik berbulu badan hitam dan putih serta memiliki warna merah dan hitam di sekitar kulit matanya. Tubuh entok terlihat lebih besar dibanding bebek atau itik, sehingga entok kerap dipelihara untuk diambil dagingnya.
Entok yang cukup banyak ditemui di Cirebon dan sekitarnya ini membuka peluang usaha bagi pria yang kerap disapa Nana ini. Dulu, banyak orang yang suka memasak entok, tapi lama-kelamaan jadi malas mengolahnya. Memasak entok itu memang tidak mudah, karena dagingnya amis dan harus dimasak lama supaya empuk. Pedesan Entog menurut Nana awalnya adalah makanan para petani saat beristirahat di gubuk tengah sawah atau ladang. Bumbu masakan ini hanya ala kadarnya saja yang mungkin banyak ditemui di sekitar gubuk. Lama kelamaan masakan ini mulai dikenal masyarakat luas. Meski begitu, saat Nana membuka rumah makan ini nama Pedesan Entog masih belum umum.
Berada di Jalan Fatahillah, Weru, Cirebon, rumah makan ini juga menyediakan ayam dan bebek sebagai pengganti entok. Konsumen yang datang ada yang awalnya tidak menyukai entok. Tapi akhirnya mereka tertarik untuk mencoba. Dan ketika sudah mencoba justru jadi ketagihan. Karena masakan ini bukan masakan yang khusus Nana ciptakan, Nana tak pernah merahasiakan resep dapurnya. Dapurnya terbuka bagi siapa saja yang ingin melihat bagaimana caranya mengolah entok. Nana yakin, sebenarnya semua orang tahu bagaimana mengolah entok, tapi enggan untuk mengolah sendiri.
Menurut ayah tiga orang anak ini, setiap orang memiliki trik tersendiri dalam mengolah entok. Nana memulai triknya sejak pemotongan, yakni mencuci daging dengan air mengalir. Semua itu ia temukan dari pengalaman saja. Hingga kini semua menu di rumah makannya masih diolah sendiri oleh Nana, dibantu sang istri. Setiap hari ia membutuhkan 200 ekor entok. Nana yang pernah menjadi supir bus Cirebon-Merak ini bersyukur, sekarang rumah makannya sudah semakin besar. Setiap hari libur kadang harus tutup lebih cepat karena sudah habis.
Diakui Nana, sudah sejak lama dirinya ingin membuka sebuah tempat makan. Tak disangka, melalui keahliannya mengolah entok, impiannya itu akhirnya terwujud. Dulu saat ia masih menjadi sopir bus, ia melihat rumah makan yang sering ia singgahi semakin lama semakin besar. Nana pun ingin pula bisa mengubah hidupnya dan tidak mau selamanya menjadi sopir. Apalagi menjadi sopir bus ia nyaris tidak ada waktu untuk keluarga. Ia harus berangkat kerja pagi-pagi, saat anak-anaknya masih tidur, dan pulang kerja malam hari, anak-anaknya pun sudah tidur.
Dengan modal usaha Rp 60.000 di tahun 2007, Nana bersyukur kini rumah makannya terus berkembang. Rahasia kesuksesannya adalah menyajikan makanan dengan cepat dan segar. Olahan hari ini harus habis untuk hari ini juga. Tidak boleh disajikan keesokan harinya. Jika ingin berbisnis kuliner, menurut Nana satu hal yang harus dihindari adalah jangan pernah mengecewakan pelanggan. Sejauh ini Nana mengaku tidak mendapat hambatan berarti dalam menjalankan usahanya. Pasokan entok sudah ada yang mengantar setiap hari. Rumah makannya pun setiap hari selalu ramai, terlebih pada hari libur. Bahkan, kalau bulan puasa pengunjung sampai antre panjang. Hal ini sering pula membuat Nana kasihan dengan karyawannya yang harus melayani pelanggan, padahal mereka juga harus berbuka puasa.
PASAR KUE WERU - CIREBON : Surganya Beragam Jenis Penganan Ringan
Tidak seperti pasar-pasar lainnya, Cirebon memiliki Pasar Kue Weru yang didirikan khusus untuk menjual beragam kue. Berdiri sejak 1987 silam, pasar ini menyediakan beragam jenis penganan ringan. Tak hanya makanan modern, kue tradisional yang mungkin sudah lama tidak terlihat di kota besar juga masih bisa ditemukan di tempat ini. Kue-kue yang dijual di sini juga dijamin sesuai standar kesehatan.
Buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB, harga kue yang ditawarkan para pedagang di pasar ini lebih murah dibanding di warung atau toko oleh-oleh lainnya. Walau kerap mengirim aneka kue dengan jumlah besar ke berbagai daerah di Indonesia, pedagang di sini juga melayani pembeli eceran. Pasar yang memiliki luas 930 meter persegi ini berisi 104 kios dengan pelanggan tak hanya dari Cirebon, tetapi juga beberapa kota besar lain di Indonesia. Tidak bisa dihitung berapa jenis kue yang ada di sini karena saking banyaknya.
Tidak seperti pasar lainnya, di sini pada hari Jumat dan Minggu justru banyak kios yang tutup. Bahkan seminggu sebelum Lebaran, 50 persen kios di sini sudah tutup dan baru akan buka normal beberapa minggu setelah Lebaran. Pedagang di sini pun dijamin tidak ada satu pun yang menjual kue tidak sesuai standar. Kue yang sudah kadaluarsa sudah ada penampungannya untuk makanan ternak.
Awalnya pasar ini didirikan untuk menampung hasil produksi kue warga sekitar Cirebon. Namun dalam perkembangannya, beragam kue buatan pabrik modern pun ikut mampir di pasar ini. Sayangnya, dengan masuknya pusat perbelanjaan modern, pelanggan pasar ini agak menurun dan tidak seramai dulunya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
MOST RECENT
Join US on Facebook
Popular Posts
-
Restoran yang satu ini terletak di Jalan M. Syafei, Pasar Padang Panjang, sekitar 76 km dari Padang. Dari luar, bangunan ini tampak biasa sa...
-
Keluar dari gerbang Bandar Udara Tampa Padang, yang terletak di Kampung Jati,Tampa Padang, Mamuju, Sulawesi Barat, kepulan asap tipis berwar...
-
Terletak di Jalan Nusa Indah III No. 01, Bandar Lampung, Restoran Cikwo menghadirkan aneka ragam masakan khas Lampung. Namun, bagi pelangga...
-
Kuliner ini memang tidak setenar coto Makassar, tapi dijamin rasanya tak kalah hebat. Pallubasa namanya, biasa disingkat dengan nama Palbas...
-
Bila anda bertanya di mana pempek yang terkenal dan enak di Palembang, nama Pempek Beringin yang ada di Jalan Lingkaran I, Dempo, Palembang...
-
Sejak beberapa tahun terakhir, nasi kucing mulai mengisi resto di Ibu Kota. Sejatinya nasi kucing itu dijual di gerobak-gerobak di Yogyakart...
-
Tongseng adalah salah satu hidangan berbahan daging kambing yang populer saat makan di luar. Tongseng mempunyai riwayat hidup yang panjang. ...
-
Biji benguk yang melimpah di daerah Wonogiri, Jawa Tengah ternyata juga bisa memancing kreativitas warganya. Biji benguk itu diolah menjadi ...
-
Sebagai salah satu kota penyangga ibukota, Bogor, sudah sejak lama menjadi tujuan favorit bagi warga Jakarta untuk menikmati liburan akhir p...
-
Penggunaan kata Cak sebagai awalan sebuah nama sangat identik dengan budaya Jawa Timur. Namun tidak dengan nama tempat makan di kawasan Jala...
Labels
- #semarang #angkringan #viral #angkringanviral #viralangkringan #semaranghits #semarangblogger #youtuber #jajanan
- JUAL BAWANG GORENG NABATI
- JUAL BOLU KUKUS KETAN ITEM
- kulinaer jawa barat
- KULINER BANDA ACEH
- KULINER BANDAR LAMPUNG
- KULINER BANDUNG
- KULINER BENGKULU
- KULINER BUKITTINGGI
- KULINER CIREBON
- KULINER GRESIK
- KULINER JAKARTA.
- KULINER JAWA TENGAH
- KULINER JAWA TIMUR
- KULINER KALIMANTAN SELATAN
- KULINER KALIMANTAN TIMUR
- KULINER MADURA
- KULINER MAGELANG
- KULINER MAKASSAR
- KULINER MALANG
- KULINER MALUKU
- KULINER MAMUJU
- KULINER MEDAN
- KULINER NTB
- KULINER NUSANTARA
- KULINER PADANG
- KULINER PALEMBANG
- KULINER PAPUA
- KULINER PONTIANAK
- KULINER SEMARANG
- KULINER SOLO
- KULINER SULAWESI
- KULINER SULAWESI BARAT
- KULINER SUMATERA BARAT.
- KULINER SUMATERA SELATAN
- KULINER TUBAN
- KULINER WONOGIRI
- KULINER YOGYAKARTA
- PESAN PANCAKE DUREN JAKARTA
- PESAN SAMBAL ROA JUDES






